Narasi Tak Benar Warga Aniaya Pasien Corona Bikin Geram Gubsu Edy【Scout melaporkan skor sepak bola】

  • 时间:
  • 浏览:0
  • 来源:Bar Post NBA

"Karena mencoba menularkan virus COVID-19 kepada keluarga dan warga, suamiku itu pun terpaksa diamankan," kata Risma, Minggu (25/7/2021).

Istri Salamat, Risma Sitorus, mengatakan warga terpaksa melakukan hal itu kepada suaminya. Sebab, suaminya mencoba menularkan virus kepada keluarga dan warga yang ada di kampung itu.

Risma mengatakan suaminya saat itu sedang menjalani isolasi mandiri di lokasi yang disiapkan pemerintah desa. Namun suaminya itu berulang kali pulang ke rumah.

Risma menyebut suaminya diamankan warga karena dirinya beserta anaknya sudah lari terlebih dahulu saat hendak dipeluk oleh Salamat. "Anakku mau dipeluk, 'Nggak mau, Pak'. Lari kami. Jadi warga yang ngapakan-nya, kami udah lari ke bawah," tutur Risma.

Salah seorang keluarga Salamat, Erik Sianipar, juga mengaku aksi warga itu dilakukan untuk mengamankan Salamat. Hal itu dilakukan warga karena Salamat positif Corona.

Simak penjelasan Pemkab Tobasa di halaman selanjutnya.

Di hari berikutnya, Salamat kembali datang ke desa. Warga yang mengetahui kedatangan Salamat kembali mencoba mengamankan dengan menggunakan kayu dan bambu.

Istri Akui Salamat Hendak Tularkan COVID ke Warga

Risma mengatakan Salamat kembali diamankan pada Sabtu (24/7). Warga yang mengamankan kembali mengantarkan Salamat ke RSUD.

"Dengan menggunakan kayu dan bambu sebagai upaya menjaga jarak agar tidak tertular COVID-19 cara saya bersama warga untuk mengamankan Salamat Sianipar," jelas Erik.

"Pada Kamis (22/7), sekitar pukul 17.00 WIB, suamiku keluar dari rumah sembari meludahi tangannya, mencoba menyentuh warga yang berada di dekat dengan berteriak dirinya tidak terpapar COVID-19," katanya

"Kemudian Salamat Sianipar berhasil diamankan, lalu diantarkan ke Rumah Sakit Umum Daerah Porsea. Namun, pada malam harinya, ia kembali kabur dari rumah sakit," ungkapnya.

Karena hal itu, kata Risma, warga pun mencoba mengamankan suaminya. Untuk menjaga jarak, warga menggunakan kayu hingga bambu.

"Ternyata perbuatannya itu membuat warga desa marah sehingga dengan menggunakan kayu serta bambu mencoba mengamankannya karena takut tertular COVID-19. Namun aksi warga mengamankan Salamat Sianipar gagal dan suamiku itu berhasil kabur ke hutan," ujar Risma.